Beginilah pohon Jabon itu ditanam dan dipelihara

Dicari!!! Investor Kebun Jabon Yang Berani Untung Hingga 5 Kali Lipat

Kami sedang mencari calon-calon investor yang siap dan berani menginvestasikan dananya, mulai dari 10,25 juta rupiah, dengan jangka waktu investasi 5 tahun ke depan, untuk pengembangan produk kehutanan kami, berupa kebun pohon Jabon di sejumlah tempat di Jawa Barat dan Banten.

Sekadar penggambaran bagaimana hasil produksi hutan pohon Jabon yang kami peroleh, kami sudah melakukan panen kebun Jabon di Kecamatan Pakejeng, Garut pada 2 Desember 2012, sebanyak 9 hektar, dengan rata-rata 1.000 pohon per hektar. Rata-rata pohon Jabon yang berhasil dipanen berdiameter 40-50 cm, bahkan lebih.

Pohon-pohon pemeliharaan kami selama 5 tahun terakhir ini, Alhamdulillah, tingginya lebih dari 20 meter dan menghasilkan diatas 2 meter kubik untuk 1 pohonnya. Dengan kualitas hasil produksi kayu Jabon seperti ini, kami berani menghargai 1,2 juta rupiah untuk setiap meter kubik pohon-pohon yang sudah dimiliki para investor kami sebelumnya.

Foto-foto yang ada di sini merupakan sebagian dokumentasi saat pemanenan di lokasi tersebut.

P1040438

P1040439

Bila anda belum mengetahui apa dan bagaimana potensi investasi di kebun Jabon ini, silahkan anda membuka posting yang ada di situs ini untuk mendapatkan gambaran singkat. Jangan ketinggalan, karena kesempatan dengan hasil yang sama belum tentu akan akan datang kepada anda dua kali.

Kami menyediakan paket-paket investasi yang menarik yang akan anda peroleh pada 5 tahun kedepan dengan kemampuan peningkatan keuntungan bisa mencapai 2-5 kali lipat. Tidak hanya itu, kami menyediakan pula jaminan atas resiko gagal tanam atau pencurian, serta sarana pemantauan tanaman Jabon milik anda melalui pemantauan langsung atau melalui surveillance camera.

Bila berminat, silahkan hubungi kami melalui sms terlebih dahulu di 081319072492, atau email ke informasikami@gmail.com.

Berinvestasi di Kebun Jabon

Mengawali tulisan ini, saya menginformasikan bahwa saya termasuk orang yang nol besar dengan dunia pohon Jabon di awal Nopember 2012. Apalagi terkait investasi di pohon kayu untuk industri ini. Dan sejak rekan saya “merayu” saya untuk ikut berinvestasi di kebun Jabon, saya secepatnya meminta bantuan konsultan pribadi saya, Pakde Google, untuk mencarikan informasi sebanyak-banyaknya tentang jenis investasi ini.

Hasil akhirnya? Saya berkesimpulan, investasi di kebun Jabon termasuk layak diikuti.

Meskipun begitu, saya pikir akan lebih baik bila informasi yang saya peroleh ini di-share bersama. Karena, bisa jadi ada diantara pembaca disini yang juga sudah terkena “dirayu-rayu” ikut serta investasi Jabon, namun masih gagap menetapkan pilihannya, gara-gara rayuannya kurang “seksi” dan dianggap sebagai “another Gangnam styles… upsss… MLM styles”.

Terserah anda, mau bilang saya termasuk orang yang merayu, tapi yang jelas informasi yang saya peroleh ini  – menurut saya – memang “seksi”, sehingga membuat saya menjadi salah satu orang yang terpaksa harus tepar dan ikut-ikutan terkapar karena rayuannya, bukan karena dari rayuan rekan saya, tapi karena memang ini rayuan yang nyata.

Hingga saat ini, banyak instrumen investasi produk keuangan yang dijajalkan pemerintah kepada masyarakat, seperti tabungan, deposito, obligasi, saham, reksa dana, dana pensiun, emas, properti, asuransi, dan valas. Selain instrumen ini, banyak pula masyarakat yang melakukan jenis investasi yang langsung terjun kepada bisnis intinya melalui permodalan dengan sistem bagi hasil atau kerjasama jual-beli. Semua ini memiliki tingkat perolehan besaran keuntungan yang berbeda-beda. Umumnya, mengetahui dengan jelas seperti apa karakter instrumen investasi tersebut akan memberikan cukup informasi bagi investor untuk memperkirakan seberapa besar keuntungan yang akan diperolehnya bila berinvestasi di instrumen tertentu.

Saya tidak hendak mencoba membanding-bandingkan investasi ini dengan jenis investasi lain – seperti umumnya konsultan investasi lakukan dengan berusaha meyakinkan anda bahwa ini lebih menguntungkan dibandingkan investasi lain -, karena saya beranggapan setiap investasi memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Silahkan anda sendiri yang berhitung-hitung dan menentukan pilihan. Namun, agar anda juga tidak meraba-raba, sedikit saya informasikan di awal… ada seorang teman yang berada di Departemen Kehutanan mengatakan dengan investasi 8 juta untuk 100 pohon jati mas pada 3-4 tahun yang lalu, saat ini (tulisan ini dibuat bulan Nopember 2012) nilai panennya sudah mencapai 40 juta. Dan itu sudah ada yang menikmatinya.

Dengan penjelasan ini, saya mencoba masuk ke dalam pertanyaan yang menggelitik, seperti tertera persis di bawah kalimat ini.

Kenapa harus investasi di hutan?
Read more of this post